Text Box: Ini Cerita tentang Lebah dan Kaca

ShevaranoVka’s

The DwellinG of My Depth Side

Ada sebuah cerita tentang seekor lebah di antara rimbunnya bunga dan sekawanan kupu-kupu. Sang lebah pekerja melihat bunga dan berkata, “Alangkah indahnya engkau bunga, berwarna-warni hingga memikat hati anak hawa untuk menyuntingmu…”.

Lalu di lain kesempatan, ia melihat kupu-kupu dan berkata, “aduhai eloknya parasmu…., hingga anak Adam pun berlari mengejarmu!”

Lalu suatu saat, ia melihat bunga telah layu. Kupu-kupu juga menua, menelurkan calon ulat pemangsa bunga, lalu mati. Maka, saat itulah ia bersyukur bahwa ia tetap menjadi lebah dan sempat meninggalkan madu sebelum akhirnya mati….

Terkadang orang perlu berkaca sebelum melihat orang lain. Menyadari kelemahan diri sendiri, bermuhasabah ,dan menerima kelemahan itu untuk berubah.

Tak perlu terlalu jauh bermimpi, Melihat wajah di cermin tetangga yang terlihat lebih elok parasnya.

Adalah naluri manusia untuk terus bermimpi, tapi ketetapan Allah adalah yang termutlak!

Bersihkanlah cerminmu sendiri! Sebelum tanpa kita sadari, ia telah menjadi pudar ketika kita sibuk berkaca di cermin orang lain…...